Kamis, 09 Desember 2021

Pentingnya Antropometri Anak

Salah satu hal yang paling awal diajarkan kakak tingkat saya kepada saya di pendidikan spesialis anak, yaitu antropometri. Apa sih itu? Pentingnya apa yah untuk kesehatan anak? Yuk, kita bahas!



Antropometri adalah suatu studi untuk pengukuran dimensi tubuh manusia. Pengukuran ini pada anak-anak diantaranya pengukuran berat badan, tinggi/panjang badan, lingkar kepala, lingkar dada, indeks massa tubuh, skor Lubschenco, dan skor Ballard. Wah, banyak juga yaah. 

Ketika sudah dilakukan pengukuran dengan cara dan teknik yang benar, maka akan didapatkan besaran hasilnya. Untuk mengetahui apakah hasil tersebut sudah sesuai dengan standar atau tidak, maka harus diplot ke dalam kurva sesuai usia dan jenis kelamin anak. Menurut rekomendasi IDAI, anak usia < 5 tahun menggunakan grafik WHO 2006 sedangkan anak usia > 5 tahun menggunakan grafik CDC 2000.

Rekomendasi IDAI


Kurva WHO


Kurva CDC


Kenapa sih, dokter harus ribet-ribet mengukur semua poin yang disebutkan di atas satu-persatu?

Jawabannya adalah supaya kita dapat mengetahui pertumbuhan dan status gizi anak. Anak yang sehat tentunya memiliki pertumbuhan dan status gizi yang baik ya. Nah itu semua ada standardnya yang sudah baku ya buibu. 

Kurva-kurva ini diisi oleh dokter umum dan atau spesialis anak sehingga akan didapatkan interpretasi hasilnya. Ada pula kurva lain yang khusus digunakan untuk anak dengan kondisi tertentu, misalnya anak dengan Down Syndrome dan Cerebral Palsy. Pengukuran ini pun tidak dilakukan dalam satu kali kunjungan saja, namun umumnya dievaluasi selama beberapa waktu. Itulah sebabnya ketika datang ke posyandu, berobat ke dokter atau dokter spesialis anak, bayi atau anak harus ditimbang dulu serta diukur tinggi badan dan lainnya. 

Dari pengukuran tersebut, dapat diinterpretasikan hasilnya seperti status gizi anak baik, kurang, gizi buruk atau bahkan obesitas, kemudian apakah anak menderita perawakan pendek (stunting) atau tidak. Harapannya melalui pengukuran yang rutin sejak awal, dapat mendeteksi dini adanya malnutrisi. 

Malnutrisi secara langsung maupun tidak langsung dapat berpengaruh terhadap 60% dari 10,9 juta kematian anak dalam setiap tahunnya. Dampak jangka pendeknya yaitu gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak, otot, komposisi tubuh dan metabolisme. Dampa jangka panjagnya yaitu menurunnya kemampuan nalar, prestasi pendidikan, kekebalan tubuh, serta meningkatkan resiko penyakit diabetes, hipertensi, kanker, stroke, dan lainnya. 

Duh, sepertinya susah ya dok. Saya ingin memantau sendiri pertumbuhan anak saya, bagaimana ya dok?

Apabila ingin memantau sendiri juga bisa, buibu. Di zaman serba digitali ini, sudah ada aplikasi Primaku yang di-approve oleh IDAI dan Kemenkes. Orangtua dapat men-download aplikasi Primaku di Play Store maupun di App Store. Ibu dan Bapak hanya tinggal mengisi data di aplikasi dan langsung dapat dilihat interpretasi hasilnya. Selain itu, ada juga kuesioner untuk melihat perkembangan anak. Mudah sekali, bukan?


  
Tampilan Aplikasi Primaku



Jadi, orangtua saat ini bisa memilih untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sendiri atau rutin ke dokter spesialis anak ya. Namun tentunya apabila ada hal yang ingin ditanyakan, dokter spesialis anak merupakan tempat yang paling tepat untuk konsultasi. Jangan ragu dan takut ya untuk bertanya kepada ahlinya! Semoga anak-anak Indonesia sehat dan tumbuh dengan optimal :)


Sumber :
1. Rekomendasi IDAI : Asuhan Nutrisi Pediatrik
2. Website IDAI : www.idai.or.id

0 komentar:

Posting Komentar